Nama :
La Ode Muhammad Saiful
Kelas :
3EA04
NPM :
15214953
Mata
Kulaih :
Etika Bisnis
1.1. Budaya
organisasi dan perusahaan, hubungan budaya dan etika, kendala dalam mewujudkan
kinerja bisnis.
Budaya
organisasi merupakan suatu sistem yang dipahami oleh seluruh anggota
organisasi/perusahaan dimana sistem tersebut tidak tertulis namun telah melekat
erat pada setiap anggotanya serta menjadi pembeda antara satu organisasi dengan
organisasi yang lain dan dapat mempengaruhi sebuah organisasi. Budaya memiliki
beberapa fungsi dalam sebuah organisasi seperti budaya menciptakan perbedaan
antara suatu organisasi dengan yang lainnya, budaya membuat identitas suatu
organisasi, budaya membantu terbentuknya komitmen terhadap sesuatu yang lebih
besar dari pada kepentingan individu, budaya meningkatkan stabilitas sistem
sosial, budaya bertindak sebagai mekanisme alasan yang masuk akal (sense-making)
serta kendali yang menuntun dan membentuk sikap dan perilaku karyawan.
Budaya organisasi juga
merupakan sebuah pola asumsi dasar yang diciptakan, ditemukan atau dikembangkan
oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan dalam berperilaku dalam organisasi.
Budaya juga turut membantu terciptanya komitmen terhadap sesuatu yang lebih
besar dari kepentingan masing masing individu, lalu budaya juga meningkatkan
stabilitas sistem sosial, lalu budaya bertindak sebagai mekanisme alasan yang
cukup masuk akal, serta kendali yang menuntun dan membentuk sikap dan perilaku
karyawannya.
Dari berbagai uraian
diatas dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi merupakan suatu sistem yang
berisikan norma norma perilaku, sosial dan moral yang dianut oleh setiap
individu di dalam organisasi untuk mengarahkan tindakan mereka dalam mencapai
tujuan organisasi.
1.2.
Hubungan
Perusahaan STAKEHOLDER/CSR
Stakeholder
memiliki hubungan serta kepentingan terhadap perusahaan. Stakeholder memiliki perannya masing-masing dalam organisasi/perusahaan.
Pelaksanaan Corporate Social
Responsibility (CSR) akan berdampak pada kesinambungan dari perusahaan. Dimana,
perusahaan memiliki kepedulian sosial dalam pelaksanaan bisnis perusahaan
tersebut.
Program
corporate social responsibiity atau CSR merupakan suatu konsep perusahaan yang
memiliki tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan dan pemegang saham dan
semua aspek opersional perusahaan. konsumen, karyawan dan pemegang saham dan
semua aspek opersional perusahaan merupakan contoh stakeholders atau pihak yang berkepentingan perusahaan. Ada dua
etika yang harus dipegang oleh para pelaku pasar yaitu adanya pengoptimalisasi
manfaat barang oleh pembeli dan penjual dan pasar harus dalam kondisi
equilibrium. Yaitu titik pertemuan persamaan antara hak pembeli dan
penjual.dalam hal ini masing masing hak harus dapat terwujud.
1.3.
Jenis
Pasar, Etika Dalam Pasar Kopetitif dan Etika Dalam Pasar Global
Pasar merupakan
perwujudan dari kegiatan ekonomi, pasar muncul karena pemenuhan akan kebutuhan
semakin beragam. Pada awalnya dikenal dengan sistem barter disini melakukan
pertukaran barang dengan barang lain, dari sini pasar terus berkembang dengan
pesatnya sampai sekarang berbagai jenis pasar bermunculan dengan celah-celah
ekonomi berdasarkan permintaan pasar. Ada dua etika yang harus di pegang
oleh para pelaku pasar agar pasar selalu dalam kondisi ideal dan fairness,
yaitu:
1. Adanya optimasi manfaat barang oleh
pembeli dan penjual. Dapat diartikan sebagai pertemuan antara kebutuhan pembeli
dengan penawaran barang oleh penjual.
2. Pasar harus
dalam kondisi ekuiblirium. Teori ekonomi mengenal ekuiblirium sebagai titik
pertemuan antara demand dan supply.
Dalam pasar global,
banyak sekali yang harus diperhatikan sebelum memasarkan produk. Sebelum produk
dibuat dan dipasarkan, para produsen harus terlebih dahulu melakukan riset dan
menyesuaikan keaadaan pada setiap negara yang akan dijadikan pangsa pasar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar